Penjelasan Detail Di Zi Gui

Jujur di Indonesia saat ini belum banyak media yang membahas soal Di Zi Gui secara spesifik dan mendetail. Sebagian besar kalaupun ada, masih dalam format bahasa Inggris atau Mandarin (lebih banyak Mandarin). Tentu saja hal ini sangat disayangkan, mengingat kita bisa banyak belajar konsep-konsep untuk melatih diri sekaligus untuk mendidik anak yang baik.

Kebetulan penulis pernah menonton DVD berjudul 细讲弟子规, berupa video rekaman Guru Cai Lixu mengajarkan topik Di Zi Gui secara mendetail selama 5 hari. Di sini beliau memberikan penjelasan detail setiap bait-bait dari Di Zi Gui, menjelaskan apa maknanya, tips-tips untuk melakukannya.

Sayangnya video ini sejauh ini belum ada versi subtitle bahasa Indonesia (atau Inggris). Tetapi penulis kebetulan mengenal salah satu teman yang aktif di bagian pengajaran Di Zi Gui ini. Dia dengan telaten dan sabar menerjemahkannya di dalam blog penjelasan Di Zi Gui di blog xjdzg-indo.blogspot.com. Dua jempol untuk saudara Adi. Saya yakin anda dapat belajar banyak dari artikel-artikelnya.

Bagaimana pendapat kalian?

Iklan

Analisis: Mengapa Anak Tega Membunuh Orang Tua Kandung

Walaupun bukan sesuatu yang umum. Namun terkadang ketika membaca berita di koran ataupun di Internet kita bisa menemukan ada kasus anak menganiaya atau bahkan membunuh orang tua kandungnya sendiri. Kira-kira apakah penyebabnya?

Baca lebih lanjut

Pentingnya Memproses Ucapan

Kemarin baru mendengar sebuah cerita. Seorang suami mengantar istrinya untuk mengecek kandungan di rumah sakit. Dokter kandungan mengambil sebuah hasil scan bayi dalam kandungan kepada sang suami. Lalu beberapa saat dokter itu menyelutuk, “Ini bukan anakmu,” dan berlalu. Sang suami tentu saja syok mendengarnya. Sang istri langsung pun panik, “Kamu harus percaya padaku, sayang.” Di tengah-tengah pertengkaran antara suami istri, sang dokter kembali masuk ruangan membawa foto scan yang lain ke mereka, “Ini baru foto anak kalian.”

Dok, kenapa gak omong lebih jelas

Dok, kenapa gak omong lebih jelas

Dalam kehidupan kita sehari-hari sepertinya sudah sangat lumrah mendengar berita, gosip atau selentingan di sekitar kita. Bisa juga kita terkadang mendengar sesuatu dari orang yang kita sangat percayai dan kenal dekat. Tetapi tentu saja terkadang apa yang kita dengar, belum pasti benar.

Itu sebabnya harus pintar-pintar ketika mendengar sesuatu. Jangan langsung terbawa dengan informasi yang disampaikan jika belum di-crosscheck. Di dalam bait Di Zi Gui ada satu baris yang cocok untuk kita ingat terus 见未真 勿轻言, 知未的 勿轻传.

 

Cara Membaca Dì Zǐ Guī

Penulis merasa, dikarenakan Di Zi Gui, menggunakan bahasa Mandarin, pastinya ada yang tidak menguasai cara pembacaannya. Pada halaman Di Zi Gui, penulis sebetulnya sudah memberikan pinyin (tulisan yang bisa dibaca bahasa Indonesia). Cara pelafalannya kurang lebih sama seperti dalam pelafalan dalam bahasa Indonesia. Hanya saja dalam bahasa Mandarin terdapat empat intonasi berbeda. Kalau di pinyin, Anda bisa melihat ada tanda garis diatasnya. Contohnya mā má mǎ mà. Silahkan coba dengarkan sendiri di sini Intonasi dalam Mandarin, kemudian klik tombol pengeras suara di bawah textbox-nya.

Umumnya orang yang baru pertama kali belajar bahasa Mandarin, akan kesulitan dalam melafalkan pinyin dengan intonasi yang tepat. Tetapi jika Anda sudah sering mendengarkannya dang mengucapkannya, maka kemungkinan besar Anda akan terbiasa.

Kembali ke topik Di Zi Gui, jika Anda berniat untuk menguasai cara membaca Di Zi Gui, maka silahkan coba dengarkan cara pembacaan di video berikut ini.

Siapa Itu 圣人 atau 圣贤?

Di dalam artikel-artikel ini kita akan sering menyebut istilah 圣人 atau 圣贤. Bahkan di dalam teks pembuka Di Zi Gui juga ada disebutkan 弟子规 圣人训 (dì zǐ guī , shèng rén xùn). Oleh karena itu, penulis merasa harus memberi sedikit penjelasan singkat.

圣人

圣人 (dibaca shèng rén) terdiri dari dua karakter, yaitu 圣 yang artinya “suci”. Dan 人 yang artinya “orang”. Jika diterjemahkan dari hasil pemecahan ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa 圣人 adalah orang-orang suci. Mereka yang memiliki kebajikan yang tinggi dan suci. Oleh karena itu dalam bahasa Mandarin, 神圣 juga bisa diterjemahkan sebagai “nabi”. Namun khusus dalam Web ini, karena kita menitikberatkan pembahasan Di Zi Gui dan ajaran Konfusius, istilah 圣人 merujuk ke orang-orang suci dari Tiongkok seperti Raja Yao, Raja Shun, Raja Yu, Zhou Gong, Konfusius dan Mensius.

圣贤

圣贤 (dibaca shèng xián) juga terdiri dari dua karakter yaitu 圣 “suci” dan 贤 yang artinya “saleh, berharga atau bijaksana”. Jadi boleh dibilang 圣贤 adalah gabungan dari kata 圣人 dengan 贤人. Kata 圣人 sudah dijelaskan sebelumnya. Kalau 贤人, siapakah mereka?

Orang-orang yang memiliki nilai moral yang tinggi, menjunjung tinggi kebajikan dan bijaksana biasanya dipanggil 贤人. Penulis lebih menyukai menerjemahkannya sebagai “orang bijak”. Oleh karena itu penulis cenderung akan menerjemahkan kata 圣贤 ini sebagai “orang suci dan bijak”.

Hari ini Anda sudah mempelajar karakter Mandarin yang baru bukan?

Kutipan Pengantar Di Zi Gui oleh Guru Cai Lixu

Kesan pertama kali ketika mendengar Di Zi Gui, orang akan mengasumsi pedoman ini diperuntukkan untuk anak kecil karena ada istilah “di zi” (弟子) . Asal tahu saja, istilah “Di Zi” di sini bukan merujuk anak kecil. Sebetulnya istilah “di zi” merujuk ke siswa, lebih tepatnya siswa 圣贤 (shèng xián) yaitu siswa orang bijaksana.

Karakter “Gui” (规) pada Di Zi Gui sendiri juga memiliki makna yang mendalam jika ditilik dari elemen karakternya. (Catatan: Dalam terjemahan sehari-hari, “gui” artinya peraturan atau pedoman). Di sebelah kirinya terdapat karakter 夫 (dibaca fu, artinya lelaki ), dan di sebelah kanan terdapat karakter 见 (di baca jiàn, artinya pandangan, menyaksikan). Sehingga jika digabungkan berarti seorang pandangan seorang pria sejati. Tentu saja pandangan seorang pria sejati searah dengan ajaran para bijaksana, yakni kebenaran baik dalam menangani sesuatu, ataupun berinteraksi dengan sesama. (Catatan: Walaupun disini disebut “lelaki sejati” bukan berarti wanita tidak perlu mempelajari Di Zi Gui.)

Oleh karena itu, dengan mempelajari Di Zi Gui, baru kita bisa mendidik anak dengan benar. Dan sesuai pepatah “Sebelum mendidik anakmu, didiklah dirimu sendiri.” Sebelum mendidik anak-anak mu, tingkatkanlah kualitas dirimu sendiri. Hanya dengan begitu, barulah kita mampu mendidik lebih baik, yakni mendidik dengan cara memberi contoh. (Catatan: anak-anak merupakan peniru terhebat. Dan orang yang paling dia sering tiru adalah orang tua. Jadi jika dirimu sendiri bertindak sebagai orang berbudi, niscaya anakmu pun akan mengikutinya.)

Ketika mempelajari ilmu budaya, haruslah ada suatu sikap atau attitide. Kita perlu meninjau, mengulangi dan mempersiapkan. Dalam mempelajari Di Zi Gui, disarankan untuk membacanya berulang-ulang. Alasannya, supaya ketika ada penjelasan mengenai bait-bait Di Zi Gui tertentu, Anda yang sudah sering membacanya, sudah familiar dengan bait tersebut. Efektivitasnya pasti jauh lebih baik.

Jadi disarankan untuk membaca Di Zi Gui sehari dua kali, pagi dan malam. Tujuan untuk membaca di pagi hari adalah untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kita harus bertindak sesuai prinsip-prinsip di Zi Gui. Lalu kita membaca di malam hari guna menginstropeksi diri. Menilai apakah tindakan kita hari ini sudah sesuai dengan Di Zi Gui atau belum. Kalau sudah sesuai dengan prinsipnya, maka kita patut bangga dan beri sedikit penghargaan pada diri sendiri. Kalau ternyata masih ada yang belum berhasil dipraktekkan, maka mengingatkan diri untuk perlahan-lahan memperbaikinya. Jadi pagi hari sekali dan malam sekali.

Sebagai saran, jika membaca di malam hari, jangan membaca sebelum akan tidur. Lebih baik bacalah pada saat sudah pulang dari kerja sebelum makan malam. Sehingga wakutnya pas untuk membandingkan tindakan yang telah dilakukan hari ini.

Apakah Anda merasa waktu Anda tidak cukup? Rata-rata banyak yang merasa, dalam satu hari waktunya tidak cukup. Lalu sekarang diminta untuk membaca lagi. Tidak gampang.

Di dalam bait pembuka Di Zi Gui disebutkan 有余力, 则学文 yang artinya apabila ada sisa waktu atau waktu luang baru mempelajari budaya. Sebetulnya ini dapat kita atur. Misalnya dengan selalu membawa buku Di Zi Gui kemanapun kita pergi. Jadi jika ada waktu kosong kita bisa membacanya. Seperti pepatah, tetesan air mampu menembus batu. Jangan meremehkan sepuluh menit atau dua puluh menit dalam sehari. Seperti juga yang dicantumkan bait di dalam Di Zi Gui, “宽为限, 紧用功, 工夫到, 滞塞通” (baca: kuān wéi xiàn , jǐn yòng gōng,  gōng fū dào , zhì sè tōng) yang artinya apabila ada waktu luang, pergunakanlah untuk belajar. Hanya dengan demikian maka pemahaman kita akan terus meningkat.

(Disadurkan secara bebas dari kutipan ceramah Guru Cai Lixu)